Kamis, 18 Juni 2015

PENYAKIT NON INFEKSIUS GANGGUAN METABOLIK PADA TERNAK

ASIDOSIS RUMEN (Grain overload)

A. Pengertian
     
     Merupakan penyakit gangguan saluran pencernaan pada sapi yang disebabkan oleh berlebihnya pakan karbohidrat yang rendah serat.

B. Gejala Klinis

     Pada kasus yang akut, gejala klinis berupa tremor, anoreksia dan ataksia,lethargi (penurunan nafsu makan), depresi, dehidrasi danbagian mata terlihat cekung. Gejala terlihat 12-36 jam setelah mengkonsumsi makanan.

C. Pengobatan, Pengendalian dan Pencegahan

     Berikan 1gr/kg/BB Magnesium oksida/ Magnesium hidroksia/ Natrium bikarbonat. Untuk terapi suportif dapat diberikan thiamine, kalsium dan anti radang.
      Untuk pengendalian dapat dilakukan exercise agar isi perut segera keluar drai slauran penceraan. Untuk pencegahan hindari pakan karbohidrat rendah serat yang berlebihan.


INDIGESTI SEDERHANA

A. Pengertian

     Merupakan penyakit yang sering terjadi pada sapi yang di kandangkan. Penyakit ini disebabkan pakan yang mengandung serat terlalu tinggi. Faktor resikonya perubahan pakan yang mendadak dan kualitas pakan yang buruk.

B. Gejala Klinis

     Gejala klinis berupa susah makan atau bahkan tidak mau makan sama sekali. Bila di palpasi daerah flank (rumen) maka akan terlihat atau terasa membekas seperti tanah liat. Tanda-tanda vital normal, namun tidak terlihat adanya kontraksi rumen.

C. Pengobatan, Pengendalian dna Pencegahan

     Dapat diberikan rumenotorik untuk membantu kontraksi rumen. Berikan pakan yang baik dan berikan vitamin B untuk membantu terjadinya kontraksi pada rumen. 
       Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari pemberian pakan dengan kadar serat yang tinggi.


MILK FEVER

A. Pengertian
    
     Merupakan penyakit yang sering terjadi pada sapi perah. Penyakit ini disebabkan oleh kadar kalsium dalam darah rendah dari normalnya (<7mg/dl). Faktor resikonya adalah produksi susu yang terlalu tinggi, umur, manajemen pakan masa kering. Pada kambing ataupun domba terjadi pada saat akhir kebuntingan/ menjelang partus.

B. Gejala Klinis

     Terbagi menjadi 3 stadium, yaitu:
  1. Stadium 1 (Eksitasi), gejalanya terlihat kaku dan anoreksia.
  2. Stadium 2 (Sternal), gejalanya tidak dapat berdiri namun rebah sternal, depresi, anoreksia, cuping hidung kering.
  3. Stadium 3 (Terminal), gejalanya posisi rebah lateral, lethargi, takikardia (120/ menit), pulsus tidak terdeteksi, kesadaran mulai hilang, bloat,  suara jantung terdengar lemah.
Gejala pada domba dan kambing: hewan ambruk dan paralisis. Kadang terjadi tremor dan tetani.

C. Pengobatan, Pengendalian dan Pencegahan

    Pada pengobatannya, terlebih dahulu kurangi bloat yang terjadi, posisikan rebah sternal. Lalu berikan Kalsium glukonat 23% dosis 500ml secara IV. Bila terapi berhasil maka akan terjadi urinasi dan defekasi, hewan berusaha berdiri atau bangun (dalam waktu 30 menit). Bila perlu dilakukan pemberian ulang dalam 12jam.
      Pada pengobatan domba dan kambing, dapat diberikan Klasium buroglukonat 23% dosis 50-500ml.
         Pencegahan dapat dilakukan dengan cara diet rendah kalsium pada saat masa kering seminggu sebelum partus. Pemberian vitamin D3 pada saat menjelang partus. Dan pemberian kalsium yang cukup pada saat laktasi.


GRESS TETANY (Lactation tetany, hipomagnesia)

A. Pengertian

     Merupakan penyakit yang disebabkan oleh kadar magnesium dalam darah rendah (<0,5mg/dl). Output dan input magnesium tidak seimbang.

B. Gejala Klinis

     Gejala klinis terjadi bersamaan dengan hipocalsemia karena terjadinya penurunan kalsium dalam darah secara mendadak.

C. Faktor yang perlu Diperhatikan

     Diet kalsium yang berlebih dapat menghambat absorbsi magnesium. Lalu kadar protein yang tinggi dapat menghasilkan amonia yang tinggi dalam rumen sehingga menghambat penyerapan magnesium.

D. Gejala Klinis

     Pada kasus yang akut, terjadi kematian mendadak serta mulut dan hidung berbuih. Hewan yang masih hidup terlihat gejala syaraf, susah berjalan, melenguh sangat keras sebelum rebah dan tidak dapat berdiri. Tidak adanya respon rangsangan.

E. Pengobatan, Pengendalian dan Pencegahan

     Pengobatannya dapat diberikan 1,6-2,7 g magnesium buroglukonas yang dikombinasikan dengan kalsium 0,04 ml/kg/ BB dan larutan magnesium 0,025 ml/kg/BB. Oral magnesium diberikan untuk pencegahan.


TO BE CONTINUE... :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar